Bukan Sekadar Seremoni! Gebrakan Nyata Kalapas Febie Dwi Hartanto: Sulap Tuatunu Jadi Lumbung Padi Gogo, Brigade 571 Trisula Macan Putih Bangka Belitung Beri Apresiasi Keras

PANGKALPINANG – Stigma bahwa lembaga pemasyarakatan hanya menjadi tempat mengurung orang tanpa dampak nyata bagi masyarakat luar seketika dipatahkan. Lewat kepemimpinan berani dan tangan dingin Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, sebuah terobosan strategis ketahanan pangan digulirkan tanpa basa-basi di Kelurahan Tuatunu Indah.

Lapas Kelas IIA Pangkalpinang secara resmi meluncurkan agenda akbar: Penanaman Perdana Padi Gogo sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Pembinaan dan Pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam payung Program Kelurahan Binaan.

Perhelatan penting yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (06/10/2026) mulai pukul 07.30 WIB ini dipusatkan langsung di Kawasan Pangan Terpadu Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Kelurahan Tuatunu Indah, serta dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Pangkalpinang beserta jajaran Forkopimda.

Langkah berani ini bukan proyek pencitraan di atas kertas. Kalapas Febie Dwi Hartanto membuktikan bahwa pembinaan kemandirian narapidana harus menyentuh urat nadi kebutuhan bangsa: kedaulatan pangan.

Dengan memobilisasi potensi warga binaan dan menggandeng pemerintah daerah serta masyarakat lokal, lahan di Tuatunu disulap menjadi sentra produktif penanaman padi gogo. Ini bukan sekadar mengajarkan bercocok tanam, melainkan merestorasi martabat warga binaan agar memiliki keahlian riil dan berdaya guna sebelum kembali ke pangkuan masyarakat.

Inisiatif proaktif Kalapas Febie Dwi Hartanto ini menjadi tamparan keras bagi pola kerja birokrasi pasif yang selama ini kerap terjebak rutinitas administratif monoton di balik tembok jeruji.

Brigade 571 Trisula Macan Putih: “Ini Pemimpin Bermental Petarung, Lapas Lain Wajib Tiru!”

Gebrakan tak biasa dari jajaran Lapas Kelas IIA Pangkalpinang ini langsung memicu sorotan tajam sekaligus apresiasi terbuka dari elemen masyarakat sipil.

Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Brigade 571 Trisula Macan Putih Bangka Belitung, Evan Satriady, secara tegas dan lantang menyatakan kekagumannya atas langkah berani yang diprakarsai oleh Kalapas Febie Dwi Hartanto.

“Jujur saja, publik selama ini skeptis kalau mendengar kata pembinaan lapas kerap kali hanya formalitas laporan kerja. Tapi apa yang diinisiasi oleh Kalapas Febie Dwi Hartanto di Tuatunu Indah ini adalah tamparan telak bagi keraguan itu! Ini aksi nyata, berani, solutif, dan punya dampak ekonomi langsung,” tegas Evan Satriady saat dimintai tanggapannya.

Evan menilai, keberanian Kalapas Febie Dwi Hartanto memadukan program integrasi pemasyarakatan dengan agenda strategis ketahanan pangan nasional adalah bentuk kepemimpinan visioner yang patut diacungi jempol.

“Beliau tidak menunggu anggaran turun melimpah atau sekadar duduk manis di balik meja ber-AC. Beliau turun tangan, buka jalan, dan rangkul kelurahan serta Forkopimda. Warga binaan dilatih jadi petani tangguh penanam padi gogo. Ini bukti bahwa manusia di dalam jeruji tidak dibuang, tapi ditempa jadi motor penggerak ketahanan pangan!” sambung Kando Evan

Tak berhenti di situ, Evan Satriady melontarkan desakan moral agar terobosan positif ini tidak berhenti di Pangkalpinang saja, melainkan menjadi standar baku baru bagi seluruh unit pemasyarakatan di Nusantara.

“Kami dari Brigade 571 Trisula Macan Putih Babel menaruh harapan besar: Lapas-lapas lain, baik di Babel maupun di seluruh Indonesia, jangan cuma jadi penonton! Jangan mati kutu! Tiru dan contoh integritas serta kreativitas Kalapas Febie Dwi Hartanto ini. Jadikan warga binaan sebagai aset bangsa yang produktif, bukan sekadar beban negara. Langkah di Tuatunu ini harus jadi virus kebaikan yang menular ke mana-mana!” pungkas Evan tegas.

Kehadiran Wakil Wali Kota Pangkalpinang dalam penandatanganan PKS ini menandai sinergi kokoh antara otoritas pemasyarakatan dan pemerintah kota. Kolaborasi ini mempertegas bahwa keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan bukan semata tugas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, melainkan tanggung jawab kolektif.

Lewat peluru perdana penanaman padi gogo di Kawasan Pangan Terpadu Tuatunu Indah, Lapas Kelas IIA Pangkalpinang di bawah komando Kalapas Febie Dwi Hartanto mengirimkan sinyal tajam ke publik: dari balik tembok penjara, tunas kedaulatan pangan dan harapan masa depan siap mekar dan menghidupi bumi Serumpun Sebalai***Tim/Red/IMC Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top